Mata kuliah Prodi Ahwal as Syaksyiyyah dengan kode AS

FORMULIR

No Dokumen

:

IAIN-Pwt/LPM/F/05.47

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

FAKULTAS SYARIAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO

Alamat: Jl. A. Yani No. 40A, Telp. (0281) 635624 Purwokerto 53126

Tanggal Terbit

:

10 Maret 2017

No. Revisi

:

00

 

Mata Kuliah

Kode

Rumpun MK

Bobot SKS

Jurusan / Semester

Tgl Penyusunan

Fiqh Mawaris

SYA 016

 

2

Semua/3

1 Februari 2018

OTORISASI

Dosen Pengembang RPS

Koordinator RMK

Ketua Prodi

 

 

 

Drs. H. Mughni Labib, MSI.

 

 

 

Dr., H. Suraji, M.Ag.,

 

 

 

Dr. Supani, MA.

 

Capaian Pembelajaran (CP)

CP Prodi

 

1.Mampu menyajikan penghitungan hisab dan rukyat, waris, dan zakat.

2.Menguasai pengetahuan hukum keluarga yang meliputi perkawinan, kewarisan, zakat, wakaf, dan hibah.

3.Mampu merespon berbagai isu terkait dengan hukum keluarga untuk menghasilkan langkah-langkah pengembangan strategis untuk memberikan solusi atas permasalahan perkawinan, waris, zakat, wakaf, dan hibah.

CP Mata Kuliah

1.Memiliki pemahaman tentang berbagai ketentuan umum mengenai hukum kewarisan Islam.

2.Memiliki pemahaman tentang sebab-sebab hubungan kewarisan dan penghalang kewarisan, kewajiban yang menyangkut harta warisan sebelum dibagi dan cara penyelesaiannya.

3.Memiliki pemahaman tentang macam-macam ahli waris beserta bagian-­bagian haknya dari harta warisan.

4.Memiliki pemahaman tentang metode-metode perhitungan pembagian harta warisan dan penerapannya dalam menyelesaikan berbagai masalah kewarisan.

5.Memiliki apresiasi yang tinggi terhadap hukum kewarisan Islam sebagai pedoman dalam berbuat dan menyelesaikan masalah.

Deskripsi Mata Kuliah

Mengingat sedemikian rumitnya aturan kewarisan dalam Islam, seperti identifikasi ahli waris, besar kecilnya bagian, hajib dan mahjubnya maupun cara penyelesaiannya, maka sebagai modal awal untuk membagi warisan aturan-aturan tersebut harus dikenali (dihafalkan). Adapun untuk masalah-masalah kasuistik, penyelesaiannya merujuk kepada cara-cara yang ditempuh para ulama ahli hukum kewarisan maupun dengan menggali kearifan lokal. Secara umum perkuliahan mata kuliah ini menggunakan strategi belajar aktif. Di sini mahasiswa bukan sekedar obyek pembelajaran, tetapi aktif terlibat dalam proses pembelajaran bersama-sama dengan dosen. Dengan strategi ini diharapkan mahasiswa di samping memahami tata aturan hukum kewarisan Islam juga dapat mendalami, menyikapi dan mengapresiasi secara kritis terhadap berbagai persoalan kewarisan yang muncul di masyarakat. Untuk mewujudkan harapan ini, strategi pembelajaran yang ditempuh adalah melalui lecturing, discussion dan practicing.

 

Materi Pembelajaran

1.Sejarah Hukum Kewarisan Islam.

2.Pengertian Fiqh Mawaris (Hukum Kewarisan), asas dan sumber hukum kewarisan dalam Islam, hukum mempelajarinya, tujuan dan kegunaan mempelajari Fiqh Mawaris.

3.Sebab-sebab hubungan kewarisan dan penghalang kewarisan.

4.Pewaris, harta warisan dan ahli waris: pengertian dan persyaratannya.

5.Kewajiban yang menyangkut harta warisan sebelum dibagi dan cara penyelesaiannya.

6.Al-furud al-muqaddarah dan asshab al-furud.

7.Ahli waris nasabiyyah dan ahli waris sababiyyah.

8.Ahli waris ‘asabah dan macam-macamnya.

9.Penyusunan ahli waris, hijab dan macam-macamnya, hajib dan mahjub.

  1. Metode penentuan asal masalah (usul al-masa’il) dan tashih al-masa’il dalam pembagian harta warisan beserta cara penerapannya.
  2. Perhitungan dan penyelesaian harta warisan bagi ahli waris yang hanya terdiri dari ashab al-furud.
  3. Perhitungan dan penyelesaian harta warisan bagi ahli waris, ashab al-furud dan‘asabah atau hanya’asabah.

Pustaka

Utama :

1.‘Abd al-Rahman al-Jaziri, al-Fiqh ‘ala Mazahib al-Arba’ah, (Bairut: Dar al-Fikr, 1977).

2.Achmad Kuzari, Sistem Asabah: Dasar Pemindahan Hak Milik Atas Harta Tinggalan, (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 1996).

3.Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1995).

4.David S. Powers, Peralihan Kekayaan dan Politik Kekuasaan: Kritik Historis Hukum Waris, terj. Arif Maftuhin (Yogyakarta: LKiS, 2001).

5.Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Ditjen Binbagais Depag R.I, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, (Jakarta: 2000).

6.Fathurrahman, Ilmu Waris, (Bandung: al-Ma’arif, 1994).

7.Amin Husein Nasution, Hukum Kewarisan. (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2012).

8.Hasanain Muhammad Makhluf, al-Mawaris  fi al-Syari’at al-Islamiyyah, (Mesir : Lajnah al-Ta’lif bi al-Islam, 1960).

9.Ibn Rusyd, Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtasid, (Kairo: Mustafa Babi al-H{alabi, 1960).

  1. M. Ali Hasan, Hukum Warisan Dalam Islam, (Jakarta, Bulan Bintang, Cet. VI, 1996).
  2. Muhammad ‘Ali al-Sabuni, Pembagian Waris Menurut Islam, terj. A.M. Basalamah (Jakarta: Gema Insani Press, 2001).
  3. Muhammad Abu Zahrah, Ahkam al-Tirkah wa al-Mawaris (Kairo : Dar al-Fikr al-‘Arabi, 1963).
  4. Muhammad Yusuf Musa, al-Tirkah wa al-Miras fi al-Islam, (Kairo: Dar al-Ma’arif, 1967).
  5. Sa’id ibn Sa’d ibn Nabhan al-Hadrami, Kitab ‘Iddat al-Farid fi ‘Ilm al-Fara’id (Surabaya: Maktabah Muhammad ibn Ahmad Nabhan wa Auladuh, t.th.).
  6. Sayyid al-Sabiq, Fiqh al-Sunnah, (Semarang: Toha Putera, 1990).

Pendukung :

1.Shalahuddin Sulthan, Ternyata Wanita Lebih Istimewa dalam Warisan: Perspektif Al-Qur’an dan Berdasarkan Studi Kasus, terj. Khaeron Sirin (Jakarta: Pustaka IIMaN, 2008).

2.T. M. Hasbi Ash-Shiddiqiy, Fiqhul Mawaris, (Jakarta : Bulan Bintang, 1973).

3.Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, (Bairut: Dar al-Fikr, 1994).

4.Zakiah Darajat dkk., Ilmu Fiqh, Jilid 3 (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1995).

Media Pembelajaran

Perangkat Lunak:  E-Learning

Perangkat Keras :  LCD, Proyektor, Whiteboard

Team Teaching

Drs. H. Mughni Labib, MSI., Dr. H. Suraji, M.Ag.

Mata Kuliah syarat

 

 

Minggu

Ke

Kemampuan Akhir yang Direncanakan

(Sub CP MK)

Bahan Kajian (Materi Pembelajaran)

Bentuk dan Metode Pembelajaran

Waktu

Pengalaman Pembelajaran

Kriteria & Bentuk Penilaian

Indikator Penilaian

Bobot Penilaian (%)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

Mahasiswa dapat menjelaskan ruang lingkup dan urgensi fikih Mawaris

Kontrak belajar, pengantar mata kuliah, pengertian waris dan perlunya ilmu waris

Ceramah dan diskusi

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 menit

  • · Mahasiswa mengikuti pengantar mata kuliah dari dosen
  • · Mahasiswa mengklarifikasi atas pengantar mata kuliah yang difokuskan terhadap tujuan, konteks dan kesesuaian dalam pencapaian kompetensi prodi dan jurusan
  • · Mahasiswa dan dosen menetapkan kesepakatan selama proses pembelajaran dilaksanakan selama 1 semester

Kriteria: Ketepatan dan penguasaan

 

Bentuk penilaian: non tes

(review buku dan presentasi)

Ketepatan menjelaskan tentang hukum Mawaris

 

Penguasaan Fiqh Mawaris

10

2

Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar Fiqh Mawaris, meliputi: Pengertian, asas dan sumber hukum serta tujuan dan kegunaan mempelajari Fiqh Mawaris.

a.Pengertian Fiqh Mawaris (Hukum Kewarisan)

b.Asas dan Sumber hukum kewarisan dalam Islam

c. Tujuan dan kegunaan mempelajari Fiqh Mawaris

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

3

-Mahasiswa dapat menjelaskan sebab-sebab yang mengakibatkan terjadinya hubungan kewarisan serta yang menghalangi terjadinya hubungan kewarisan (mawani’ al-irts)

- Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar Mawaris seperti: konsep tentang pewaris, harta warisan dan ahli waris

- Sebab-sebab hubungan kewarisan dan penghalang kewarisan

-Pewaris, harta warisan dan ahli waris

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

4

Mahasiswa dapat menjelaskan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan menyangkut harta warisan sebelum dibagi kepada para ahli waris

Kewajiban yang menyangkut harta waris

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

5

Mahasiswa dapat menjelaskan bagian-bagian dari harta warisan yang termasuk dalam al-furudl al-muqaddarah dan memahami para ahli waris yang termasuk ashab al-furudl

Al-Furudl al-Muqaddarah dan Ashab al-Furud

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

6

-Mahasiswa mampu menjelaskan tentang orang-orang yang termasuk ahli waris nasabiyyah dan ahli waris sababiyyah

- Mahasiswa mampu menjelaskan kelompok ahli waris ‘ashabah dan macam-macamnya

-Ahli Waris Nasabiyyah dan ahli waris sababiyyah

- Ahli waris ‘ashabah dan macam-macamnya

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

7

Mahasiswa mampu menjelaskan orang-orang yang termasuk ahli waris dzawil arham dan maula al-mu’tiq

Ahli waris dzawil arham dan ahli waris maula al-mu’tiq

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

8

Mahasiswa mampu mengaplikasikan metode penentuan asal masalah dan tashih al-masail dalam pembagian harta warisan

 Metode penentuan asal masalah (asl al-masalah) dan tashih al-Masail dalam pembagian harta warisan

 

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

9

Mahasiswa mampu menyusun kelompok-kelompok ahli waris dan memahami macam-macam hijab, para ahli waris yang menjadi hajib dan yang mahjub, maupu yang tidak menjadi hajib dan tidak mahjub.

Penyusunan ahli waris, hijab, hajib dan mahjub

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

10

Mahasiswa mampu menyelesaikan masalah kewarisan ‘aul dan radd

Penyelesaian warisan serta ‘aul dan radd

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

11

Mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan harta warisan di mana ahli waris hanya terdiri dari ashhab al-furud

Perhitungan dan penyelesaian harta warisan bagi ahli waris yang hanya terdiri dari ashhab al-Furudl

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

12

Mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan warisan di mana ahli warisnya terdiri dari ashhab al-furud, ashabah atau hanya ashabah.

Perhitungan dan penyelesaian harta warisan yang ahli warisnya terdiri dari ashhab al-Furudl, ashabah atau ahli waris hanya ashabah.

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

13

Mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan munasakhah, akdariyyah dan kharqa’ dalam harta warisan

Penyelesaian masalah munasakhah, akdariyyah dan kharqa’.

  • · Ceramah
  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Ceramah dosen
  • · Brainstorming
  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi

Kriteria: ketepatan dan kecermatan

 

Bentuk penilaian: non tes (review buku)

  • Kekhasan
  • Kedalaman analisis

10

14

Mahasiswa mampu menyelesaikan masalah gharawiyyah dan mimbariyyah dalam persoalan warisan

Penyelesaian masalah gharawiyyah dan mimbariyyah.

  • · Diskusi kelompok
  • · Presentasi mahasiswa

TM: 100 menit

 

Tugas: 120 menit

 

Kegiatan mandiri: 120 meni

  • · Presentasi mahasiswa
  • · Diskusi
  • · Pendalaman

Kriteria: ketepatan dan kedalaman

 

Bentuk penilaian: non tes (makalah)

  • Kesesuaian kasus
  • Keluasan analisis

10

deskripsi mata kuliah fikih Jinayah

Tujuan Pembelajaran Umum :

  1. Memiliki pengetahuan tentang KUHAP, pengertian dan asas-asas hukum acara pidana
  2. Memahami berbagai proses dan tahapan perkara pidana mulai dari tahap penyidikan hingga pelaksanaan putusan pengadilan serta berbagai upaya hukum yang tersedia.
  3. Trampil dalam beracara di Pengadilan
  4. Memiliki komitmen terhadap penegakan supremasi hukum
  1. Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang aspek – aspek Sejarah al-Qur’an, Rasma al-Qur’an, I’jaz al-Qur’an, Qira’ah al-Qur’an, Asbab an Nuzul, Al-Makki wa al-Madani, Naskh al-Qur’an, al Munasabah, mukhtamat wa al-mutsyabihat.
  2. Mahasiswa dapat menerangkan tentang ayat – ayat yang dapat dijadikan dalil dengan tepat sesuai dengan kondisinya.
  3. Mahasiswa dapat mengkategorisasikan ayat – ayat yang muhkamat dan mutsyabihat sesuai dengan aliran – aliran yang ada.
  4. Mahasiswa dapat membandingkan antara pendekatan yang digunakan oleh mufasir yang satu dan pendekatan yang diterapkan mufassir yang lain.
  5. Mahasiswa dapat menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dengan dispilin ilmu yang didalamnya.
  1. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti luas baik secara aktual dan kontekstual mengenai ruang lingkup hukum acara baik dari segi teori dan praktik. Diharapkan mahasiswa dapat memberikan uraian yang berimbang secara argumentatif dan proporsional antara teori dan praktik, serta berwawasan akademis dan praktis. Sehingga mahasiswa dapat ikut mewujudkan tegaknya proses pemeriksaan dan peradilan yang jujur.
  2. Mahasiswa dapat memahami tentang hukum acara perdata dan dapat menguraikan tentang bagaimana  menggunakan peraturan-peraturan hukum acara perdata yang berlaku di Indonesia.
  3. Mahasiswa dapat mengetahui landasan yang teoritis dan sistematis tentang bagaimana praktik pada peradilan  tingkat pertama di pengadilan  negeri.
  4. Mahasiswa dapat memahami dan mengkaji uraian teoritis yang memberi dasar akademik dan pengetauan  tentang  putusan-putusan peradilan tingkat pertama di pengadilan  negeri.