Mata Kuliah Jurusan Dakwah dengan kode DAK

JURUSAN DAKWAH

STAIN PURWOKERTO

                                                                      

KONTRAK BELAJAR

MATA KULIAH

PSIKOLOGI DAKWAH

KODE MATA KULIAH

DAK.21

SKS

2 SKS

KOORDINATOR MATA KULIAH

ENUNG ASMAYA, MA

DOSEN PENGAMPU

ENUNG ASMAYA, MA

HARI PERTEMUAN/JAM

- /@ 100 menit

 

  1. MANFAAT MATA KULIAH              :

Mata kuliah psikologi dakwah bermanfaat bagi mahasiswa dalam melaksanakan dakwah Islam secara tepat dan cermat. Serta memberi wawasan dan pengalaman psikologis mahasiswa dalam menghadapi kesulitan dakwah Islam di masyarakat.

 

  1. DESKRIPSI PERKULIAHAN              :

Mata Kuliah ini membahas psikologi dakwah dalam berbagai bentuk pelaksanaan dakwah, pendekatan menjadi da’i yang efektif, mempergunakan metode dakwah yang relevan dengan berbagai kondisi mad’u, menetapkan materi dakwah yang sesuai dengan kebutuhan mad’u, cara yang tepat berdakwah melalui media massa, dan pendekatan psikologi dalam mewujudkan dakwah yang rahmatan lil alamin.

 

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :

Mahasiswa memahami ajaran Islam secara komprehensif dan utuh. Hasil dari pemahaman tersebut, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan berdakwah yang efektif dan senantiasa memiliki jiwa-jiwa yang sabar, optimis dan senantiasa cerdas dan cermat dalam menemukan sisi ruang dan peluang dalam melaksanakan dakwah Islam.

 

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS          :

1)      Mahasiswa memahami konsep-konsep dasar psikologi dakwah

2)      Mahasiswa memahami dasar-dasar dan karakteristik ajaran Islam tentang dakwah

3)      Mahasiswa memahami ajaran Islam yang berkaitan dengan cara-cara melaksanakan dakwah Islam

4)      Mahasiswa mampu mengadakan pendekatan kepada masyarakat dengan ilmu psikologi

5)      Mahasiswa memahami peranan psikologi dakwah sebagai modal dasar dalam pelaksanaan dakwah Islam.

 

  1. STRATEGI PERKULIAHAAN                        :

1)      Pertemuan awal dilakukan kontrak belajar untuk menyepakati rambu-rambu yang harus ditaati.

2)      Kegiatan perkuliahan dilakukan dengan menggunakan pendekatan active learning agar mahasiswa lebih kritis, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan materi-materi perkuliahan.

3)      Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang materi-materi perkuliahan dipergunakan strategi pembelajaran ceramah, diskusi, elisitasi, resitasi, brainstorming, dan tanya jawab.

 

  1. MATERI/BACAAN PERKULIAHAN          :

1)                                          Kontrak Belajar

2)      Pengertian Psikologi Dakwah, Manfaat Psikologi dalam Dakwah, Urgensi Kajian Psikologi bagi Efektivitas Dakwah, Ilmu Bantu dalam Dakwah dan Ciri-Ciri Dakwah yang Efektif.

3)      Karakteristik Manusia sebagai mad’u dan Faktor Penggerak Tingkah-Lakunya

4)      Interaksi Psikologis Da’i dan Mad’u

5)      Proses Penerimaan Pesan Dakwah; Perhatian, Pemahaman dan Penerimaan

6)                                          Citra Da’i dalam Dakwah

7)                                          Psikologi Pesan dalam Dakwah

8)                                          UTS

9)                                          Efektivitas Rethorika dalam Dakwah

10)                                      Dakwah antar individu

11)                                      Dakwah melalui Media Massa

12)                                      Dakwah kelompok

13)                                      Dakwah bagi Anak, Remaja dan Dewasa

14)                                      Dakwah bagi Masyarakat Kota dan Desa

15)                                      Kecerdasan Intelektual, emosional dan spiritual dalam dakwah

16)                                      UAS

 

 

G. TUGAS                                                      :

a         Membuat Makalah

b        P RESENTASI

 

  1. REFERENSI                                :

a         Dedy Mulyana, Komunikasi Efektif, Bandung: Rosdakarya, 2004

b        Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008

c         Arifin, Psikologi Dakwah Suatu Pengantar Studi, Jakarta: Bumi Aksara, 2002

d        Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Bandung: Prenada, 2005

e         Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir, Nuansa-Nuansa Psikologi Islami, Jakarta: RajaGrafindo, 2001

f          Robert B. Cialdini, Psikologi Persuasif Merekayasa Kepatuhan, Jakarta: Prenada media, 2005

g        Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Bandung: Rosdakarya, 1998

h        Rita L. Atkinson, Pengantar Psikologi, Jakarta: Erlangga, 1983

i          Ibnu Katsir, Abu al-Fida Muhammad, al-Bidayah wa Nihayah, Beirut: Maktabah al-Ma’arif, cet II, 1990

j          Brown J.A.C, Techniques of Persuation, London: Penguin Book

k        Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, Psikologi Dakwah, Jakarta: Rahmat Semesta, 2006

l          Arifin, Psikologi Dakwah Suatu Pengantar Studi, Jakarta: Bumi Aksara, 2002

m      A. Muis, Komunikasi Islami, Bandung: Rosda, 2001

n        Onong Uchjana Effendi, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1997

  • Deddy Mulyana, Komunikasi Efektif Suatu Pendekatan Lintas Budaya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004

Purwokerto, 20 Mei 2011

Disiapkan oleh

Penanggung jawab

Mata kuliah

 

 

Enung Asmaya, MA

NIP. 197605082002122004

 Diperiksa oleh

 Ketua Program Studi

 

 

 

Muridan, M.Ag

NIP. 1974071820005011006

   Disahkan oleh

   Ketua Jurusan

 

 

 

Drs. Zaenal Abidin, M.Pd

NIP.195605071982031002

Mata kuliah Tafsir Hadis Ijtimaí merupakan salah satu mata kuliah keahlian yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa/i jurusan Dakwah yang dapat memberikan wawasan tentang penafsiran ajaran-ajaran Islam terutama yang terkait dengan persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Dengan materi ini, diharapkan mahasiswa/i mendapatkan bekal baik dari sisi materi maupun implemetasi kontekstualnya, sehingga bisa selalu ditampilkan sebagai pedoman dan petunjuk yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa/i jurusan Dakwah yang terlibat dalam penyampaian ajaran-ajaran Islam dalam masyarakat.

Deskripsi Mata Kuliah

Sosiologi Agama bersandar pada dua konsep utama, yaitu sosiologi dan agama. Dalam kamus Collin's Dictionary of Sociology (David Jary and Julia Jary, Collins Dictionary of Sociology,Glasgow : Harper Collin, 1991), dua konsep utama tersebut dijelaskan secara singkat sebagai; Sociology; the term has gained a far wider currency to refer to the systematic study of the funcioning, organization, development, and types of human societies. Religion; the beleif in spiritual beings and the institutions and practices associated with these beliefs. Sedangkan Sociology of Religion dijelaskan: the branch of sociology which deaals with religious phenomena. Historically, the sociological analysis of religion was central in the analysis of most of the leading classical sociologist, notably weber and durkheim. The ideas of these two theorist still constitute the core of the sociology of religion. Durkheim's work was concerned with the role of religion as funcional universal contributing to the integration of society. This remains the foundation of the funcionalist theory of religion. Weber's concern was with the comparative analysis of the varying forms of religion beleif and religious organization, and the implications of these for the development of rationality and for social change. Prion of the work of weber and durkheim, the sociology of religion had viewed religion simply as error, or it had speculated about the origin of religion and the stage of evolutionary development. Singkatnya, agama dalam paradigma sosiologi tidak dipahami sebagai wahyu yang datang dari Tuhan melainkan dari proses eksperiensi atau pengalaman konkret sehari-hari yang dialami para pemeluknya. Sosiologi mendefinisikan agama secara empiris dan deskriptif yang mengungkapkan apa yang dimengerti dan dialami para pemeluknya. Dengan pengertian ini, agama tidak dbicarakan dalam hal hakekat dan baik-buruknya.

Sasaran langsung (obyek material) sosiologi umum menempatkan masyarakat sebagai obyek materialnya. Masyarakat dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Masyarakat didefinisikan secara beragam, namun umumnya menunjuk pada kelompok manusia yang bercampur dalam waktu yang lama dan berkesadaran menjadi suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara yang terikat satu dengan lainnya. Sosiologi Agama lebih spesifik menangani masyarakat agama, yaitu suatu persekutuan hidup yang unsur konstitutif utamanya adalah agama atau nilai-nilai keagamaan. Sebagaimana masyarakat pada umumnya, masyarakat agama terdiri dari komponen-komponen konstitutif misalnya kelompok-kelompok keagamaan dan institusi-institusi keagamaan. Masyarakat agama dilihat dari sudut struktur dan fungsinya yang dari keduanya akan digunakan untuk memotret pengaruh-pengaruhnya dalam masyarakat. Pengaruh-pengaruh yang dimungkinkan timbul misalnya stratifikasi baru dalam masyarakat agama, kelompok-kelompok keagamaan, dan perubahan-perubahan baik yang positif maupun negatif (kerukunan agama dan konflik agama). Masyarakat agama tidak memposisikan agama sebagai suatu sistem ajaran yang harus dikaji dan diamalkan melainkan proses perwajahan agama dalam masyarakat. Agama menjelama menjadi bentuk-bentuk kemasyarakatan yang nyata atau sebagai fenomena sosial dan fakta sosial yang dapat disaksikan dan dialami oleh banyak orang.

Sudut Pendekatan (Obyek Formal) sosiologi agama berbeda dengan disiplin ilmu lain. Teologi misalnya mempelajari agama dan masyarakat dari sudut “supraempiris”, atau psikologi agama yang melihat implikasi agama bagi perkembangan manusia secara pribadi. Sosiologi agama mempelajari agama dari sudut empiris-sosiologis. Dimensi sosiologis agama ingin mengetahui sejauh mana nilai dan ajarannya mampu berpengaruh terhadap eksistensi dan operasi masyarakat.

Standar Kompetensi

Mahasiswa mampu menyimpulkan hubungan agama dengan realitas sosial untuk mengembangkan sikap-sikap intelektual secara kritis di masyarakat.