Dewasa ini sistem ekonomi yang berbasis syariah semakin diminati oleh masyarakat. Hal ini ditandai antara lain dengan semakin tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga keuangan syariah di tengah-tengah masyarakat, baik yang berupa perbankan maupun lembaga-lembaga keuangan non bank, seperti BMT, asuransi syariah, dan pegadaian syariah.

Penerapan ekonomi syariah tersebut tentu saja memerlukan prasyarat yang mutlak dipenuhi. Di antara prasyarat tersebut adalah pemahaman dan penguasaan yang memadai terhadap fikih muamalah. Fikih muamalah merupakan doktrin dasar yang berakar dalam tradisi pemikiran Islam yang berkenaan dengan hukum-hukum dan kaidah-kaidah bisnis. Dari tradisi pemikiran hukum bisnis Islam inilah sesungguhnya ekonomi Islam ditegakkan. Akad mumalah klasik menjadi bagian di dalamnya.

Di dalam Matakuliah Akad Muamalah Klasik ini dikaji tentang dasar-dasar tradisional mengenai hukum dagang dalam Islam. setidaknya ada tiga bidang kajian utama, yakni mengenai teori tentang hak (kebendaan), benda (al-mal), dan perjanjian (‘aqd). Ketiga bidang kajian tersebut kemudian diturunkan menjadi sub-sub kajian yang lebih detil.